.News
.Tour Diary
.Links 

.Shows
.Contact
.Dicscography
.Biography
.Oxen
.Ade
.Dipa
.Tony

.Pictures
.Downloads
.Store
.lyrics
.Testimonial
  NOXA NEWS
  ----------------------------------------------------------------
  News - WE'RE BOOKED TO PLAY AT TUSKA OPEN AIR METAL FESTIVAL
27 - 29 JUNE 2008 - HELSINKI, FINLAND ( www.tuska-festival.fi )
GRINDING DEATH VIRUSES SPREAD OVER FINLAND SUMMER TOUR 2008
NOXA (INA) - CAUSE FOR EFFECT (FIN) - LIE IN RUINS ( FIN) AFTER TUSKA!
  ----------------------------------------------------------------
  Riview Album Grind Viruses by www.metalfrance.net
« Grind viruses », ainsi se nomme le 2ème album de ce groupe indonésien. Virulent voire violent ? Sans nul doute ; Analyse de ce qui pourrait s’avérer être une épidémie en devenir. Au grind-core proche de celui que certains ont l’habitude d’écouter, Noxa tranche dans le grind assez commun. Un son grind-punk et des riffs hard-core bien punchy sur lesquels s’acharnent des braillards de premières. Sur le papier, ça donne un groupe des plus commun, c’est peut-être vrai, mais Noxa dégage une réelle énergie. Pas le temps de s’ennuyer avec ces riffs accrocheurs d’autant plus que les musiciens ont un touché assez personnel qui maintient en haleine.
Ainsi si Noxa peut faire penser dans l’esprit à certains groupes (Bathtub shitter sauf le chant, Napalm death dans ses morceaux grind ou Inhumate en moins brute) son écoute n’en devient pas pour autant pénible voire rébarbatives (sauf peut-être vers la fin du cd où l’énergie s’essoufle un peu). Franches mais pas totalement stupides (juste ce qu’il faut), les compositions se callent entre la fraicheur du hard-core et la saine hargne grind. Les vocaux composés d’une partie surexitée et d’un coté littéralement volé à Barney le chanteur de Napalm death soutiennent parfaitement les blasts et les riffs arrachés.

Alors que manque t’il à Noxa pour que sa violence laisse une trace indélébile dans nos mémoires ? Peut-être un peu plus d’audace/d’extremisme ou peut etre un peu plus de technique pour gagner un niveau plus élevé.
Toujours est-il que ça dépote, « Grind viruses » est une valeur sure que tous les adeptes du style pourront acheter les yeux fermés.
  ----------------------------------------------------------------
  Concert Riview
Maxximum Noise Fest 1
8 Sept 2007
Htm: Rp. 15.000
with: Noxa, Invictus, Drip, Evacuate Cowboys, Damokis, Negation, Torture, Bestiality, Finish Irene, Incident, Inlander, Suaka, Wynken Delirium
Report by: Daniel Koba ( www.dapurletter.com )


Rosi Musik Hall! yeah sebuah tempat yang cukup familiar bagi para pecinta musik indie di jakarta, karena pada beberapa bulan terakhir tiap minggunya di Rosi Musik hampir selalu di adakan gigs (acara) . Tapi yang saya perhatikan dari banyak kolektif / EO yang membuat acara disini hanya sedikit yang mengutamakan kualitas sound, mayoritas gigs" yang sebelumnya diadakan di rosi jarang sekali menampilkan sound yang "kick-ass". Nah kali ini para panitia/kolektif dari maxx-noise seperti ingin mencoba mengentaskan tradisi tersebut, dengan benar-benar memperhatikan kualitas sound...Hasilnya sound yang keluar dari mayoritas band" pengisi acara ini cukup nendang pantat =p tapi sayangnya acara ini seperti kekurangan audiance dan ROSI MUSIk Hall seperti terlihat cukup lenggang pada saat saya datang sekitar jam 7an berpetepatan dengan saat sebuah band asal malaysia WRYKEN DELIRIUM menutup penampilan mereka dengan cover song dari Almighty Old SEPULTURA dan pada acara yang dipandu oleh 2 mc wanita yang “Menarik” ini juga menampilkan 3 band grind core asal Malaysia yaitu TORTURE INCIDENT , DAMOKIS sebuah band grindcore dengan vocalist bertubuh gempal dan acapkali menyeletukan jokes” yang membuat penonton tertawa dan yang terakhir ada NEGATION yang juga sempat membuka konser pioneer Thrash Metal asal Jerman “SODOM” beberapa bulan yang lalu di Bulungan.

Kurangnya Animo massa pada acara ini mungkin karena konsentrasi massa menjadi terpecah mengingatkan banyaknya gigs yang diadakan pada hari dan saat yang sama dan saya melihat acara ini tampak lebih seperti acara private/kolektif but nevermind acara ini tetaplah acara yang cukup kick-ass dari segi sound dan pengisi acaranya walaupun tidak sedikit juga band" yang mungkin namanya kurang familiar di scene jakarta seperti INLANDER yang sukses mengcover lagu" dari Gods Of Horror Punk "MISFITS" dan berhasil memanaskan suasana yang sebelumnya terlihat adem-ayem saja seperti menonton wayang..Setelah INLANDER tampil salah satu band technical / progressive Death Metal asal Jakarta INVICTUS , mereka menyuguhkan massa dengan musik yang “bergisi” dan cukup “njelimet” dan mengingatkan kita akan band” old school Death / Thrash / Progressive metal seperti CYNIC, AGHORA ,ATHEIST dan DEATH. Setelah massa kenyang akan suguhan musik yang bergizi dari INVICTUS kali ini giliran sekumpulan Tough Guy asal Utara Jakarta “BESTIALITY” kebagian “mengacak-acak” panggung. Gila dah lama banget gw ga nonton mereka, kalo ga salah terakhir melihat penamplan mereka di sebuah acara di NIRVANA café dan pada saat itu saya masih berstatus “Putih abu-abu” aka SMU. Hardcore yang mereka usung menurut saya terpengaruh oleh STRIFE dan HATEBREED yang disayangkan dari penampilan mereka kali ini adalah adanya trouble pada sound guitar mereka sehingga mereka beberapa kali mengulang lagu mereka karena di tengah lagu sound beberapa kali nge-drop. Dan akhirnya Band yang cukup dinantikan pada acara ini NOXA tampil cukup prima dan ditutup oleh acara potong kue ulang Tahun oleh Drummer mereka “Robin” yang hari jadinya kebetulan bertepatan dengan hari diadakannya MAXXNOISE. Setalah Noxa ada EVACUTE COWBOYS yang juga membawakan sebuah lagu dari salah satu band Maynard James Keenan “A PERFECT CIRCLE” selain lagu mereka sendiri. Dan pada akhirnya acara ini ditutup oleh SUAKA sebuah band asal NY dengan personil warga Indonesia yang menetap di NY. Riff” gitar yang terdemgar dari dua guitaris suaka banyak terpengaruh nada” etnic jawa,yeah mereka memadukan musik Thrash metal , musik metal modern dan nada-nada musik etnic jawa , suatu yang unik dan cukup original. Keseluruhan acara ini menurut saya cukup asik dan yang disayangkan adalah minimnya jumlah penonton untuk acara ini dan menjadikan acara ini terlihat lebih sebagai acara private .
  ----------------------------------------------------------------
  Noxa Self Release
October 2006 Noxa will release 2nd album title "Grind Viruses"
limited edition 1000 pcs of CD under NOXA RECORD
  ----------------------------------------------------------------
 

Noxa Review
METAL MANIACS “ FIRING SQUAD “
MAGAZINE REVIEW ON DEC 2004.



NOXA, eighteen-song demo. Noxa churn raw, hate ridden, sociopolitical, anti-humanity grindcore with noticeable metal influences. The Indonesian strikes force originally formed
as a virtual Nasum cover band but eventually moved on to more original shores the result
of which tends to emulate the style immortalized by Extreme Noise Terror, Phobia
and Napalm Death. With their straightforward blast and mix of guttural/scream vocals,
the three-piece don’t venture far into unexplored territory but provide fans of the genre with great addition to their collection. File somewhere between Doom &and Ratos de Porao.

Reviewed by : Dave Brenne

  ----------------------------------------------------------------
  Noxa Review
Noxa | Total Feedback
ROBERT
NOXA S/T DIY records 2003 4.7

Noxa tidak mencoba untuk menjadi berbeda. Noxa tidak disini untuk menantang intelegensi anda. Noxa disini hanya untuk membenturkan kepala bencong anda berkeping-keping, untuk kemudian diberikan sebagai makan siang bagi ikan hiu yang kemungkinan besar dipelihara oleh orang-orang sangar ini. Sebutkan semua band middle-level-notoriorety old school metal yang anda tahu, dari Napalm Death, Inhuman, Slayer era -Divine Intervention, sampai ke the Berzeker…semua kembali dinostalgiakan oleh Noxa. Dan dengan di nostalgiakan, kami benar-benar bermaksud sebuah fotokopi sempurna frame-per-frame, dari pasukan metal era 80-an akhir.

Tentu saja sebagai band yang relative baru, tidak mudah ataupun mungkin menghindarkan diri dari pengaruh-pengaruh musik metal modern, yang secara sadar atau tidak membayangi sebagian besar lagu-lagu dari kualitas rekaman di album ini (bayangkan an even more pissed of death metal version of Slipknot). Semua ini tentu sering terjadi dikalangan musisi yang merilis album debut-nya, dan kadang penjabaran influence yang begitu jelas dan terekspos berhasil, bahkan kebanyakn retro –revivalist sekrang mencapai tingkat kesuksesan dengan hal ini. Sayangnya hal ini tidak terjadi pada Noxa, yang memuttuskan untuk membuat album yang begitu satu-dimensi dan penuh agresi, sehingga, tentu akan memnangnkan mereka banyak fans setia, namun tidak menjadikan album ini sebuah album metal yang setara dengan album album klasik yang tampaknya menjadi acuan mereka.

“Shitty People”, sebuah nomor death metal modern fast tempo, dengan riff gitar kasar dan sangat-sangat rendah langsung menghajarkan nuansa-nya yang hampir dapat dikatakan retro metal. Sebagai pembuka, lagu ini cukup dapat merepresentasikan sisa album ini dengan cukup baik; one dimesional, lagu yang terus megandalkan serang ryhtim section, yang meskipun sangat baik, lama kelamaan tidak terasa lagi efek pukulannya. Dua lagu berikutnya “Mr. Rie-use” dan “Even, level, equal”, mengikuti pola yang sama deangan tempo yang berbeda. Hanya pada” Almighty”, variasi yang alami terdengar, riff yang catchy dan melodius tanpa kehilangan kesangarannya; drum yang penuh variasi, namun tidak terdengar monton, dilengkapi dengan vocal yang terdengar tidak termanipulasi oleh beribu vokalis deathmetal lainnya. Variasi dalam aransemen terdengar juga di lagu-l;agu berikutnya, seperti “Ajeng”, “Let’s go”, dan “Wheel”. Dan duo penutup “Against humanity”, dan “Menanti ajal”, cukup memberikan epilogue atau closure yang sepadan, dengan menyajikan death-metal old-school a’la obituary, dengan vocal yang yang hamper dapat terbawa arus “screamo” (ughhh), dipenuhi emosi internal, tanpa terdengar sebagai amarah terekayasa, seperti yang melanda mayoritas penyampaian vokalis-vokalis genre sebut.

Namun itulah yang terdekat dengan setitik orisinalitas yang ditawarkan Noxa, sisa album ini diisi dengan kemarahan dengan penyampaian yang telah kita dengar berjuta kali sebelumnya. Buruk atau tidaknya tentu terserah anda, namun album ini tidak akan memberikan kesan yang sama seperti ketika anda mendengar album possessed” 7 churches” misalnya, ataupun “midian” Cradle Of Filth, ataupun album Rotting Christ yang mana saja; yang menggabungkan aksesibiltas dan kekerasan tanpa mengkrompomi agresifitas yang mereka miliki. Tentu saja orisinalitas bukan masalah jika sebuah band berhasil mengaduk influence mereka menjadi suatu representasi suara mereka sendiri…sayangnya hal ini tidak terjadi, atau tampaknya bahkan dicoba oleh Noxa. Jika anda tidak peduli akan hal ini, dan mengingkan kepala anda dibenturkan dengan cara lama berkali-kali, then I’ll say : buy it. Why not. Kita begitu ingin memberikan nilai bagus pada rilisan ini, khusunya dengan jarangnya musik genre ini berhasil membuat album dengan kualitas serapih dan setingakt ini (sound-wise), hanya sayangnya semua ini belum bisa menutupi kekurangan yang mereka miliki dalam segi aransemen dan penyajian.

http://www.geocities.com/sampratot/reviews_Noxa_totalfeedback.ht

 

 


  Copyright 2006 NOXA All Rights Reserved
 
SHOWS

. Jan.09.2005
Jakarta
Metal Peduli Aceh,
Amonra Record

. Jan.16.2005
16th 2005 / Jakarta
Sinting Gila Miring # 2

. April.09.2005
09th 2005 / Singapore
Concert d' Selatan